Sejuk Malam

Sudah satu tahun Bapak bulak balik check up, berikhtiar mengobati sakitnya. Disaat sakit itulah Bapak bergumam kala saya hanya duduk berdua dengan beliau di ruang keluarga. 

"Gak ada wanita sebaik Ummi"

Saya hanya mematung, bingung harus berkata apa. Itulah pujian terindah yang keluar dari mulut Bapak yang pernah saya dengar. Bagaimana cinta keduanya tumbuh dikala Ummi dengan sepenuh hati bersabar menghadapi Bapak yang sakit, juga Bapak yang di usia tuanya semakin sabar dengan rewelnya Ummi. Bapak tentu merasakan sejuknya perhatian Ummi saat sakitnya datang dan menyita sebagian waktu Ummi untuk beristirahat. Ummi yang telaten menjaga Bapak adalah wanita terbaik yang Allah pilihkan dan hadirkan untuknya.

Saya menerawang, mengingat satu tahun lalu kala tangisan Ummi mengalir di telepon, meminta saya untuk segera pulang saat Bapak terpaksa kami angkut melaju menyusuri jalanan malam yang mulai hening dan lapang. Hari itulah saat saya bertanya tanya; apakah saya sudah menjadi anak yang berbakti?

Betapa saya menyesali segala salah dan perilaku pada mereka berdua, tentang keras kepala dan manjanya saya yang mungkin sering membuat mereka pasrah dan lelah.

Kemarin malam saat kami bertiga masih terjaga sama sama menatap layar TV, saya berujar tentang bersyukurnya saya karena Bapak diberi sakitnya di dunia, yang kami harapkan inilah cara Allah menggugurkan dosa dosanya. Kami lebih takut apabila dosa dosanya Allah hisab di akhirat dengan siksaan yang berat. Bapak menimpali bahwa sakit ini memang sudah menjadi ketentuan Allah, tinggal kita ikhlas, pasrah dan berikhtiar semaksimalnya untuk sembuh. 

Malam itu kami sama sama bersyukur, atas segala cobaan yang dulu berulang ulang datang. Cobaan yang membuat kami tau dan sadar bahwa Allah selalu menyimpan kebahagiaan diantara duka dan rasa kecewa. Cobaan yang membuat saya banyak merenung dan belajar untuk terus bersyukur. Meski barangkali kadang masih ada khilaf dan lupa untuk mensyukuri kenikmatan yang Allah curah curahkan bahkan tanpa kita minta. Cobaan yang membuat kami lebih kuat menghadapi rahasia takdir yang kita tak pernah tau, apakah esok bahagia akan membasuh wajah dan menghadirkan senyuman, ataukah akan ada duka yang memayungi hari hari kita.





Hasbunallah wanikmal wakil...
Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Allah sebaik-baik pelindung...

Teriring dekap mesra untuk Ummi dan Bapak.


2 comments:

  1. Tapi itu kaya curhat kok Dod. Tapi saya suka >.< InsyaAllah yang terbaik untuk Dodi dan keluarga ya :)

    ReplyDelete