Senjamu, saat gelap merayap malu malu. Mengusik gurat merah di ufuk barat, berkejaran dengan matahari di belahan bumi jauh disana.
Aku tak begitu tahu, hujan mana yang kamu suka. Apakah kamu benar benar menikmati, saat bumi tersenyum penuh harap pada hujan yang datang membawa sajak rindu. Berteriak diantara kilat yang beradu, angin yang memburu.
Aku, melihatmu jauh. Jatuh diantara warna pelangi yang hilang bersama awan dan kerlipan bintang.
Senja, ia datang untuk mu. Mendekap kilat, agar pulas dan sejenak melupakan rasa cemas dan takut.
Kamu bilang, hiduplah.
Aku hidup.
lihatlah aku hidup.
Aku tak begitu tahu, hujan mana yang kamu suka. Apakah kamu benar benar menikmati, saat bumi tersenyum penuh harap pada hujan yang datang membawa sajak rindu. Berteriak diantara kilat yang beradu, angin yang memburu.
Aku, melihatmu jauh. Jatuh diantara warna pelangi yang hilang bersama awan dan kerlipan bintang.
Senja, ia datang untuk mu. Mendekap kilat, agar pulas dan sejenak melupakan rasa cemas dan takut.
Kamu bilang, hiduplah.
Aku hidup.
lihatlah aku hidup.

No comments:
Post a Comment