entah sejak kapan, sajak yang berkisah tentang keabadian berputar
ia enggan beranjak begitu saja dari dunia yang temaramnya selalu membuat syahdu kita
tentang langkah yang berpaling dari perjalanan tanpa batas
tentang hidup yang sengaja menciptakan kesendirian
bahkan ketika mimpi memang selalu menghampiri
kejam, menyayat setiap denyut yang terkasih
adakah gerangan rasa rindu membalutnya?
sebuah lorong yang mengisi kehidupan dengan caranya
bermain pada rel yang mulai usang
takdir yang karenanya ia jatuh cinta
begitu mesranya mereka melambai
padamu
lalu, kembali pada kesendirian
temaran.
tak ada lagi pertanyaan saat pernyataan terlalu jelas
melukis langit dengan sejuta bintang
ia mungkin telah pergi, terlalu jauh.
untukmu mengejarnya. telalu jauh.
adalah gerangan tau pada siapa?
bahkan saat berlabuh begitu cepat
rona rona mimpi tak lagi bersautan
ia, lagi lagi temaram.
menggapai sedikit saja cinta.
ia, temaram dalam gelap.
Popular Posts
-
Untuk Dodi 20 Tahun Lalu, Dear Dodi, apa kabar? Masih takut kalau hujan dan petir datang bergantian? Cobalah untuk menikmatinya, meski ha...
-
minggu 28 agustus 2011 12.18 am kalo dipiki pikir gue gak ngerti kenapa jam segini gue masih bangun, rela relain ngeinstall ulang laptop sod...
-
hidup lagi-lagi berubah cepat, diantara kita ada yang masih diam dan termenung sejak musim hujan ini datang. bahkan di kota hujan ini, b...
-
Ramadhan ini, mungkin banyak jamaah di masjid dekat rumah yang merindukan sosok itu. Sosok yang pernah terjatuh kala shalat tarawih masi...
-
Beberapa hari lalu saya menonton film foxcatcher yang bercerita tentang Mark Schultz, atlet gulat Amerika Serikat peraih medali olimpiade ...
-
Masa lalu,masa yang setiap lembarnya adalah... Maghrib itu, saya melihat masjid dengan tatapan malas meski shaf di dalamnya sudah rapi...
-
Di luar hujan turun perlahan, membuat tanah begitu gembira menyambutnya dengan nyanyian mesra kerinduan. Angin yang tak juga diam, membawa ...

No comments:
Post a Comment