biarkan saya berbagi cerita

ada waktu buat nulis.

ini cerita beberapa minggu lalu. sehabis acara mentor schooling ada banyak sisa makanan. buras dan beberapa kue. gak ada yang mau bawa pulang, bingung mau diapain akhirnya saya dan temen saya kevin (bukan nama sebenernya, di rahasiakan biar orang orang gak tau kalau nama aslinya adalah umar) ngebawa hampir satu kardus buras dan kue ke suatu tempat.

saya mikir juga, gak mungkin ngabisin buras sebanyak itu, berdua. dan lagi apa rasanya makan buras malem malem campur sama kue manis, dan berdua sama si kevin? 
can you imagine?

akhirnya, kita bawa buras dan kuenya keluar, kita keliling di sekitar stasiun Bogor. ya Allah... di sana ada beberapa orang yang tidur di emperan toko, saya kurang suka ketika menyebut mereka gelandangan, pengemis atau kata-kata yang merendahkan mereka. kita samperin beberapa dari mereka, kita tawarin buras dan kue. masya Allah respon mereka luar biasa, mereka senang meski 'cuma' dapet buras dan beberapa kue. ada yang malu malu mau ngambil banyak buras, kita bilang aja; "yang banyak juga gapapa ko".

kita keliling lagi, ke sekitar pinggiran istana Bogor, dan Gedong Sawah.

ada yang ngambil banyak, mau dibagi sama temennya yang lagi tidur, ada yang ngambil banyak sambil senyum senyum malu, ada yang nanya "kalo tiga boleh?", lagi lagi sambil malu malu.

buras, cuma buras. yang harganya mungkin Rp 500 - Rp 2000 bisa merubah suasana malam. ternyata untuk membuat orang  lain tersenyum, bahagia, memang tidak selalu butuh hal-hal mewah.


should we help them?

*postingan ini gak bermasuk untuk pamer & sok berbuat baik.
*cuma pengen ngajak bersimpati sama suadara saudara kita. saudara.


No comments:

Post a Comment