4, 5 atau 6 bulan lagi, semoga. sebelum sesuatu yang besar untuk seorang hamba Allah yang selama ini bermetamorfosa dengan cepat. seorang wanita yang di perutnya ada jejak tendangan, yang rambutnya pernah kesakitan, yang wajahnya pernah merah, marah.
dia itu satu dari puluhan malaikat yang Allah turunkan ke bumi untuk saya, seorang kaka yang kadang saya tidak pernah sadar memilikinya, karena kita memang sama sama sudah dewasa. sudah tak ada canda canda garing di tempat tidur, sudah tidak ada rebutan remote TV atau saling ganggu frekuensi radio.
wanita itu sudah tidak menggendong saya lagi di punggungnya, ia sedang bermain dengan dunianya, dunia yang membuatnya banyak berubah. hingga ia temukan sosok yang semoga karenanya Allah meridhai. bukan dengan jalan terbaik memang, tapi dengan jalan yang baik. dan ketika saya begitu kejam, ia selalu datang dengan senyum yang karenanya ia merubah banyak hal.
di suatu masa, mungkin ia tidak senang saat 4 tahun dalam dekapan ummi hilang ketika saya lahir, mengusik tidurnya, mengambil sebagian kasih sayang yang kala itu ia tidak begitu mengerti. tapi, ia tetap tersenyum. karena ia datang untuk mencintai dan dicintai.
saya rindu ketika kami bertarung, saling cakar dan mengumpat.

No comments:
Post a Comment