10ribu

"3 iket berapa bang?"
"10ribu"
"wahh, jangan 10ribu deh bang, turunin dikit. biasanya kalo musim ujan rambutan kan murah"
"ia, kalo lagi musimnya sih murah"
"yaudah 8ribu deh"

belakangan saya nyesel juga kenapa mesti nawar rambutan yang saya beli barusan. 3 iket, 10ribu. dibilang mahal engga juga, biasa aja.

penjualnya, kakek kakek. mungkin usianya 45-50 tahun. kerutan di pipi dan dahinya mesti sudah jadi saksi tentang jalan hidup yang dia lewatin. dia mungkin gak sendirian, masih banyak penjual penjual lain yang serupa kisah hidupnya, serupa harapannya. dia ingin pulang, uang yang dia dapat malam ini bisa untuk makan besok, dan untuk lusa dia bakal jualan lagi. siklus hidupnya mungkin monoton, tapi tiap ucapan syukur dari mulutnya mungkin lebih baik dan lebih sering dari orang paling kaya di dunia sekalipun.

jadi, mestinya saya memang harus lebih banyak bersyukur.

dari pinggiran
tempat banyak orang memalingkan mata
kita memang hidup
tapi
apakah kita membuat dunia mengerti kehidupan?

10:41 PM



No comments:

Post a Comment