Pelangi


hal sederhana yang membuat banyak orang tetap bertahan meski dunia nampak sudah bosan padanya adalah rasa cinta, rasa takut kehilangan, dan rasa sedih ketika berpisah. berpisah kadang kala membuat persaudaraan terlupakan, mengingkari perjuangan, merevolusi diri, dalam tampilan baru yang sering tersembunyi dalam gelapnya kacamata kehilangan.

andaikan memang cinta bisa bertasbih tentu ia akan selalu membersamai jasad dalam setiap relung kebaikan, dalam setiap langkah langkah semangat dan kerja nyata tanpa paksaan, tanpa embel embel kekecewaan ketika dikecewakan, tanpa merasa dijauhi ketika merasa menjauh. sungguh tak akan ada satupun tetes gerimis umpatan yang akan menyirami bumi tempat jasad berpijak. 

berkorban tanpa pengorbanan. setiap jemari yang dipandangi mata mungkin kadang merasa lelah, menganggap kepalan tangannya telah banyak berbuat, telah banyak meninggikan menara kebaikan, membuka ladang ladang yang menyemai banyak ingatan. lantas ketika berpaling hanya wajah wajah kecewa yang ditemui. wajah yang tak mengenal belas kasih. meski telah berkorban, nyatanya tanpa pengorbanan.

kalau kecewa satu kali, yang kedua kali akan membuat cintamu membara, membakar kebencian dan mengkristalkan rasa cinta, meski ia menjadi arang, menjadi abu. tapi ia selalu menatapmu dengan kerinduan.

ada harapan yang ingin kami bagi denganmu...
tentang wajah yang tak pernah mengeluh pada takdir yang menimpanya, pada cemoohan yang menemani siang dan malamnya, pada gigitan rasa malas dan kesibukannya. yang membuatnya enggan beranjak pergi menjauh, meski menjauh lebih menyenangkan.

maka mengapa harus berpaling lagi padahal pelangi menunggumu dengan pasti, dengan dua tangan yang terbuka lebar, dahi yang tak pernah berkerut, wajah yang tak pernah pucat, dan dengan petikan nada nada kecintaan karena-NYA

untuk mengingatkanmu betapa pentingnya sebagian dirimu untuk kami
untuk mereka yang membesarkan otot otot nalar dan kasih sayang.

Image

No comments:

Post a Comment