krisis mentoring -turning point-

krisis?
krisis seharusnya menjadi sebuah turning point -titik pembalik- dari sebuah keadaan menyebalkan, kembali pada kondisi yang lebih baik.

krisis ini, sebuah kondisi yang sesungguhnya sengaja diciptakan, agar kita mau berpikir, mau mengoreksi diri sebelum mengoreksi orang lain.

krisis ini yang katanya krisis mentoring
benarkah begitu?
apakah separah itu krisis yang menerkam kasar pada jasad jasad yang baru akan melihat dunia.
lihatlah keluar, karena mungkin sejak lama kita memang terhalang oleh tembok masjid dan kelas putih bersih. seolah dakwah hanya di masjid, seolah dakwah adalah beban yang ketika semakin berat membuat pemikulnya tersungkur dalam futur panjang dan krisis ruhiyah yang melenakan.

krisis ini, memang terlalu lama
menggantung dalam kepalan jiwa jiwa haus akan ilmu,

pernah seorang akhwat berkata tentang keinginannya kembali ke sekolah seperti dulu
bergabung dalam lingkaran senyum yang sudah lama ia rindukan, sapaan hangat kala ia berjalan di sisi sekolah, lambaian tangan dari adik adiknya. adik yang membuatnya selalu bersemangat ketika langkahnya enggan beranjak dari ruang kelas pada jam jam kuliah, atau ketika ia sudah berkumpul dengan keluarga padahal adik adiknya itu menunggu, berbaris rapi menantinya. atau ketika tubuhnya mulai lelah, lemah layaknya manusia yang kadang sakit, lantas ia tetap melaju meski hujan tak henti mengeroyok bumi. saat ia tiba adik adiknya tidak ada, hanya pesan singkat di handphonenya "afwan teh, kita ada keperluan mendadak"

tanpa di komando sang akhwat hanya tersenyum pada adik adiknya, tetap bangga meski ia hanya sendirian, ia coba mengerti adik adiknya mungkin 'butuh' hal baru.

setidaknya ini bukan balasan, atau cibiran, rasa bangga itu selalu hadir disini. pada orang orang yang mau berpikir kritis meski dalam krisis.


jika memang krisis ini karena kami
coba tunjukan dengan cara yang paling bijak, layaknya calon calon pengajar.

saya, dia, mereka, kami semua.
menjadi saksi setiap baris krisis ini, menunggu dengan sabar, mencoba memperbaiki semampu kami, meski memang amanah lain atau lain amanah kadang hadir. kami akan tetap disini.

kami menjadi saksi, tentang sebuah harapan besar.

menunggu,
akankah barisan krisis itu akan bergabung dengan orang orang yang sering mereka bicarakan di belakang?

kami, menjadi saksi pada tiap huruf yang berteriak lantang.

bila nanti kalian disini. buatlah kami malu.
buatlah kami bangga.

krisis mentoring, sebuah turning point.

1 comment: