Khansa...



phantasmagoria


Sebuah sosok,

Yang sempat hinggap di atas permadani hijau

Menggelitik perlahan dengan senyumnya

Lalu terbang mengejar mimpinya

Di kota Hujan,

2 tahun lalu,

Di depan gedung putih,

Menyuapi hati yang kesepian

Dalam gundah yang merona

Dalam suka yang menghitam


Masih ingatkah?


Sosok kecil yang menangis di tinggal ibunya?

Berlari saat lelaki berpangkat menghampirinya

Takut katanya,


Jika lupa drama yang itu

Mungkin ingat yang ini

Ketika duduk menatap jalan

Di depan taman bunga di tengah kota

Diantara tangga jalan dalam buaian mata mata curiga


Masih lupa?


Mungkin yang ini

Saat berjalan di petang hari

Saat ku katakan

Biarlah ini perjalanan terakhir

Yang memang kini sudah berakhir


Kaos biru lengan panjang

Kerudung putih dan sebuah jam tangan

Itulah kamu


2 tahun,

Bahkan rasanya baru kemarin

Berjalan memamerkan riangnya hati

Dibawah air yang berlompatan gembira


Silahkan saja berpikir bahwa aku hina

Toh aku sudah bosan diam dalam balutan kepalsuan

Diam dalam kamuflase kebohongan

aku juga manusia




Semut-semut hitam berjalan beriringan

Kemudian berlari,

Saat sandal hitam yang kupakai mengguncang jalan

Mereka mungkin saja marah

Sama seperti aku yang kini hilang arah


Papan hitam dengan huruf Q di bagian kiri

Dan tanda Tanya di kanan bawah

Adalah teman yang setiap waktu tak bosan bicara

Menemani walau sudah jenuh bercengkrama


Ini duniaku,

Aku melihat dunia dengan caraku

Apa boleh sekali lagi ku ajak kau kesana?

Berjalan diatas rerumputan

Mengambil setangkai bunga bernama kerinduan


Ya, aku rindu.

Sebuah sms singkat berisi “kaka”

Kini bagai hujan di musim kemarau

Berpacu dengan cita-cita yang mulai galau


Apa kabar adik kecil?


Masih riangkah tawamu

Menatap dunia yang kau bilang sempurna?

Masih cepatkah langkahmu

Berpacu dengan waktu berlomba dalam impian?

Aku sudah berdiri di lembah hijau dalam keputus asaan

Menunggu kau datang dan berkata

“jangan menangis, bukankah Allah tak suka hamba-NYA yang putus asa?”


Hey, adik kecil…

Taukah kamu ada sejuta impian yang sudah ku tinggalkan?

Ku biarkan menguap bersama embun

Musnah dan terbakar dalam bara kehidupan


Kan kulemparkan dunia kecilmu yang dulu

Biarkan pergi bersama ironi masa lalu

Walau ku lihat ada mimpi disana

Namun itu bukan mimpiku

Itu mimpimu…


Biarlah kau terbang bersama bidadari

Sujud dalam kepatuhan

Tunduk dalam surgawi

Menuntunku sekali lagi pada pintu impian


Si kecil Khansa…

Semoga kau tenang di surga-NYA


Bogor, 12 Januari 2010 – 2 Mei 2011

No comments:

Post a Comment