phantasmagoria
Sebuah sosok,
Yang sempat hinggap di atas permadani hijau
Menggelitik perlahan dengan senyumnya
Lalu terbang mengejar mimpinya
Di
2 tahun lalu,
Di depan gedung putih,
Menyuapi hati yang kesepian
Dalam gundah yang merona
Dalam suka yang menghitam
Masih ingatkah?
Sosok kecil yang menangis di tinggal ibunya?
Berlari saat lelaki berpangkat menghampirinya
Takut katanya,
Jika lupa drama yang itu
Mungkin ingat yang ini
Ketika duduk menatap jalan
Di depan taman bunga di tengah
Diantara tangga jalan dalam buaian mata mata curiga
Masih lupa?
Mungkin yang ini
Saat berjalan di petang hari
Saat ku katakan
Biarlah ini perjalanan terakhir
Yang memang kini sudah berakhir
Kaos biru lengan panjang
Kerudung putih dan sebuah jam tangan
Itulah kamu
2 tahun,
Bahkan rasanya baru kemarin
Berjalan memamerkan riangnya hati
Dibawah air yang berlompatan gembira
Silahkan saja berpikir bahwa aku hina
Toh aku sudah bosan diam dalam balutan kepalsuan
Diam dalam kamuflase kebohongan
aku juga manusia
Semut-semut hitam berjalan beriringan
Kemudian berlari,
Saat sandal hitam yang kupakai mengguncang jalan
Mereka mungkin saja marah
Sama seperti aku yang kini hilang arah
Papan hitam dengan huruf Q di bagian kiri
Dan tanda Tanya di kanan bawah
Adalah teman yang setiap waktu tak bosan bicara
Menemani walau sudah jenuh bercengkrama
Ini duniaku,
Aku melihat dunia dengan caraku
Apa boleh sekali lagi ku ajak kau kesana?
Berjalan diatas rerumputan
Mengambil setangkai bunga bernama kerinduan
Ya, aku rindu.
Sebuah sms singkat berisi “kaka”
Kini bagai hujan di musim kemarau
Berpacu dengan cita-cita yang mulai galau
Apa kabar adik kecil?
Masih riangkah tawamu
Menatap dunia yang kau bilang sempurna?
Masih cepatkah langkahmu
Berpacu dengan waktu berlomba dalam impian?
Aku sudah berdiri di lembah hijau dalam keputus asaan
Menunggu kau datang dan berkata
“jangan menangis, bukankah Allah tak suka hamba-NYA yang putus asa?”
Hey, adik kecil…
Taukah kamu ada sejuta impian yang sudah ku tinggalkan?
Ku biarkan menguap bersama embun
Musnah dan terbakar dalam bara kehidupan
Biarkan pergi bersama ironi masa lalu
Walau ku lihat ada mimpi disana
Namun itu bukan mimpiku
Itu mimpimu…
Biarlah kau terbang bersama bidadari
Sujud dalam kepatuhan
Tunduk dalam surgawi
Menuntunku sekali lagi pada pintu impian
Si kecil Khansa…
Semoga kau tenang di surga-NYA
No comments:
Post a Comment