"saudaraku, berikan untaian kata untukku sore ini". gadis itu menangis didepan kami,
ya, tentu saja gadis itu, memang siapa lagi
gadis yang setiap hari, menari-nari di stasiun tv, itu kata ibu kami, yang terkadang kesal dengan tingkah gadis ini.
teman kami memberikan sebuah kertas,
dan mempersilahkan dia membacanya,
lalu berkata, "maaf ukhti, kami sedang berdiskusi disini, dan jujur saja kami malu melihat pakaian ukhti ini, bisakah ukhti membacanya di rumah saja?"
sang gadis lalu berkata
"baiklah, terimakasih"
dirumah, gadis itu membuka lipatan kertas yg diberikan teman kami,
dan dia mulai membacanya
"kalian bagai permata,
sekali retak, nilainya pasti turun,
kalian bagai lentera,
bayangkan gelapnya dunia lelaki tanpa kaliand,
kalian itu indah
silahkan kalau kalian ingin terseyum,
tapi
kadang keindahan kalian semu,
silahkan kalau mau mengerutkan kening,
seyum kalian begitu manis
hmmm mungkin semanis gula,
ah tidak-tidak,
bahkan semanis madu,
manis yg menyejukan bagi kami kamu adam,
tersanjung kah kalian?
silahkan saja,
tapi
banyak dari seyuman kalian yg menggoda,
menghancurkan iman juga taqwa yg kami punya,
ya,ya,ya
tentu saja,
harta,
tahta,
dan wanita,
itulah gangguan terbesar bagi kami,
duhaiwanita
penjahatkah kalian?
pasti kalian katakan,
"TIDAK!!! AKU BUKAN PENJAHAT,"
atau mungkin kalian berkata,
"YA, TERKADANG AKU MEMANG BEGITU,
tapi aku tetap baik, tentu saja!."
duhai bidadari dunia
banggakah kalian?
dengan wajah cantik,
tapi lupa ibadah,
dengan mata sebening embun
tapi malah mengotori,
dengan jari-jari indah,
tapi lupa berdo'a,
dengan langka gemulai,
tapi tidak menapaki jejak kepada sang Illahi?
dengan tubuh sempurna,
tapi lupa bersyukur,
dengan orangtua dan saudara yg baik,
tapi sering lupa untuk berbuat baik?
jawablah
duhai kekasih,
berbahagialah,
ada kalian yg terseyum ikhlas,
saat pujian menghampiri,
walau ada dr kalian,
yg tertawa penuh dengki,
terseyumlah,
ada kalian yg bertaubat hari ini,
walau ada diantara kalian yg berkata "ah, aku tak perduli"
tapakilah jalan rabbani
walau ada diantara kalian yg
menjauhi nikmat yg abadi
duhai saudariku
wanita baik untuk lelaki baik
gapailah akhwat sejati
ya, Insya Allah"
hmmm
kami akan berbincang lagi
sore nanti
ya, Insya Allah,
kami pun ingin menjadi ikhwan sejati,
tentu saja kami ingin sekali,
agar kami layak untuk kalian, duhai akhwat sejati,
untuk saudariku
Popular Posts
-
Untuk Dodi 20 Tahun Lalu, Dear Dodi, apa kabar? Masih takut kalau hujan dan petir datang bergantian? Cobalah untuk menikmatinya, meski ha...
-
minggu 28 agustus 2011 12.18 am kalo dipiki pikir gue gak ngerti kenapa jam segini gue masih bangun, rela relain ngeinstall ulang laptop sod...
-
hidup lagi-lagi berubah cepat, diantara kita ada yang masih diam dan termenung sejak musim hujan ini datang. bahkan di kota hujan ini, b...
-
Ramadhan ini, mungkin banyak jamaah di masjid dekat rumah yang merindukan sosok itu. Sosok yang pernah terjatuh kala shalat tarawih masi...
-
Beberapa hari lalu saya menonton film foxcatcher yang bercerita tentang Mark Schultz, atlet gulat Amerika Serikat peraih medali olimpiade ...
-
Masa lalu,masa yang setiap lembarnya adalah... Maghrib itu, saya melihat masjid dengan tatapan malas meski shaf di dalamnya sudah rapi...
-
Di luar hujan turun perlahan, membuat tanah begitu gembira menyambutnya dengan nyanyian mesra kerinduan. Angin yang tak juga diam, membawa ...
No comments:
Post a Comment