Lagu Indie Melulu

Judulnya memang sengaja dibuat plesetan dari Lagu Cinta Melulu yang dinyanyiin sama Efek Rumah Kaca (ERK). Beberapa tahun terakhir ini musisi Indie makin naik daun, dikenal luas oleh penikmat musik. Yang paling terdepan kalau diliat sekilas siapa lagi kalo bukan Payung Teduh, tapi dengan catatan sebelum mas Is memilih mengerjakan project lain ya.

Tren meningkatnya user internet di Indonesia yang makin tinggi jelas berpengaruh dengan kemunculan channel dunia maya yang bisa digunain musisi indie untuk ngenalin karya mereka. Mulai dari Youtube, Soundcloud sampai Spotify. kalau kita mundur sejenak beberapa tahun ke belakang berapa banyak yang kenal Payung Teduh, Banda Neira atau bahkan Stars and Rabbit? 





Mereka menyebar secara alami pada jaringan dan jalur khusus yang terbatas. Sesuai namanya musisi indie ini memang lebih banyak bekerja sendiri, rekaman sendiri, jual album sendiri, promo juga sendiri. Kira kira itu kesimpulan yang saya dapet setelah kenal dengan mas Fikri di kantor. Mas Fikri, anak Antropologi UI yang bawain "Studi Jaringan Sosial Pada Band Efek Rumah Kaca Dalam Mempertahankan Eksistensinya di Jaringan Indie" sebagai judul skripsinya jelas punya knowledge yang dalem soal musik indie dan ERK secara khusus. Makanya kenapa para pecinta musik indie terdahulu boleh dibilang memiliki selera musik yang beda, asik dan khas karena kebanyakan dari mereka menemukan musisi indie secara alami lewat pertemanan, obrolan, mampir di festival, gigs, atau sengaja bertandang ke Poster Cafe yang dulu dikenal sebagai tempat lahir Club 80’s, The Brandals hingga Purgatory. 


Kalau berkaca pada PAS Band dan Pure Saturday, dua band indie fenomenal dengan basis fans yang besar, sekarang makin banyak juga band indie yang digandrungi puluhan ribu bahkan ratusan ribu penikmat musik Indonesia. Lalu apa yang menarik dari band indie? buat saya sederhana aja, mereka jujur. Coba tengok lagu lagunya The Upstair, White Shoes and The Couples Company hingga yang kekinian Stars and Rabbit, dengerin dan nilai sendiri. Iya, memang gak langsung suka, karena saya belajar ternyata untuk suka itu perlu waktu dan interaksi. Proses menyukai musik indie yang saya rasa kebanyakan karena jenuh dengan lagu lagu masa kini dan butuh referensi baru untuk telinga.

Lalu, ini pilihan lagu indie yang "ngena" versi saya.


Rusa Militan - Senandung Senja

Tau ga salah satu traffic ke blog saya ini dari mana? dari mereka yang ngetik "lirik rusa militan" dan nyasar ke postingan Rusa Militan beberapa tahun lalu. Suka aja sama lagu dan liriknya, tiap kali denger lagu ini yang saya inget adalah Ummi di rumah. Orang orang tercinta yang membersamai hidup hingga hari ini, juga mereka yang saya cinta tapi sudah gak bisa untuk dijumpai lagi.




Banda Neira - Utarakan
Suara Ananda Badudu, yang rendah, pelan dan sederhana ini sering berulang saya dengerin, menjelang malam di kereta atau saat duduk depan laptop sembari menulis yang pada akhirnya berakhir menjadi draft di blog. Lagu yang saya terjemahkan agar kita berani, mengutarakan apa apa yang seharusnya diutarakan meski berat mungkin, atau sakit adanya. Toh pada akhirnya hidup memang haru kita jalani. Facing the giant, breaking the habbit, atau mungkin cobalah untuk move on.



Banda Neira - Hingga Jadi Debu
Ungkapan rasa yang digambarkan dalam lagu ini adalah inspirasi yang hadir dalam kisah cinta yang hidup pada opa dan oma Ananda Badudu, hingga akhir hayat keduanya. Yang saya bayangkan dari lagu ini adalah dua kepala yang dipenuhi uban, tertawa dan tersenyum di penghujung hidup mereka, di suatu sore menyaksikan anak dan 
cucu cucunya berlarian di taman, sama sama menunggu senja berpaling berganti gugusan bintang bergelimpang.





Float - Pulang & Reborn
Suara khas Meng, vocalis Float mengalun mendayu, lebih dari 8 tahu lalu. Pulang, yang menjadi ost film 3 Hari Untuk Selamanya ini memang bikin merinding, meski saya gak suka filmnya tapi lagu ini memang terlalu kuat untuk dihilangkan magisnya. Tapi walau bagaimanapun saya kadung jatuh cinta pada lagu Float lainnya Reborn. Musik, lirik dan tentu saja karena suara Meng itulah lagu ini melekat kuat dan enggan dilupakan.




Selera musik saya mungkin terlalu biasa, hanya mereka mereka ini yang nyangkut dan bisa berkali kali saya dengar diantara menjamurnya band indie lainnya. Dua pilihan terakhir adalah Afternoon Talk dengan gaya simple dan sweet. Hampir suka semua lagunya tapi mari memilih satu saja. There's Only One Thing You Should Know.  Sebuah lagu cinta tentu saja, dibawakan dengan petikan gitar sederhana yang tidak mengurangi kenikmatan pendengarnya. Sambil minum kopi, bersanding bersebelahan dengan sia dia, yang sudah dihalalkan tentunya (emang udah ada? iya nanti, jangan ngerusak mood dong hahaha).



Yang terakhir, merinding kala pertama menikmati permainan Pada Tiap Senja dari Gardika Gigih dengan pianonya. Lewat versi demo yang gak sengaja saya temuin dari profile Souncloud Rara Sekar. Versi live-nya tentu lebih dalem menurut saya meski lagi lagi pengetahuan dan sense saya terhadap musik memang gak sebagus penikmat musik sungguhan. 



Menemukan dan menikmati cara mereka bicara lewat nada dan suara sembari membawa pesan dari tiap lagu yang mereka ciptakan adalah rasa yang sulit juga untuk tergambar, apalagi hanya lewat kumpulan baris dan perjuangan kata kata. 


No comments:

Post a Comment