Rela

Belakangan kita kehilangan kata kata, sekedar untuk berbagi isi hati dan menyampaikan laju naluri juga perasaaan. Sama sama kelu dan pilu, menyulam seutas benang yang membawa butir butir cerita. Katanya gelap akan mengalah pada langit yang terus menerus diteriaki bujangan jalanan di malam minggu. Mereka menengadah, diantaranya bergumam do'a dan harap agar hujan turun lebih deras saja.



Kadang kadang kita memang tidak rela, sekedar berbagi harap dan ceria pada yang tak jua menyeka air matanya, menangis meraung meraung seolah yang luka hanya dirinya dan yang terluka akan selalu dirinya.

Nun Jauh disana, ada yang mencabik takdirnya. Berharap mendapat takdirmu.
Ataukah hilang sudah gurat syukur itu?

2 comments:

  1. Seperti biasa Dod, saya mengernyitkan dahi membaca kata demi kata yang Dodi rangkai menjadi kalimat bersayap. Sungguh deh Dod, lieur macana 😀

    ReplyDelete