Football Manager

Mayoritas dari penyuka bola pasti memainkan game bola juga, di ranah sepakbola  ada FIFA, Winning Eleven dan Championship Manager yang merupakan game paling terkenal. Di Indonesia, awalnya FIFA sendiri bukan game yang banyak dimainkan, baru beberapa tahun terakhir aja banyak gamers yang memainkan FIFA, menurut saya perubahan radikal FIFA dari segi grafis, gameplay dan juga banyaknya lisensi klub yang dimiliki menjadi daya tarik FIFA. 

Sementara Winning Eleven yang sekarang lebih dikenal dengan Pro Evolution Soccer memang terlanjur mengakar dan secara alami menjadi kultur gamers bola di Indonesia, meski unggul dari segi grafis dan basis fans yang loyal, kekurangan PES yang paling utama adalah kurangnya lisensi klub yang dimiliki, well buat sebagian gamers ini menjadi point penting untuk mencoba beralih memainkan FIFA. Selain itu buat sebagian gamers, PES terlalu mudah dimanikan. Serius?



Lalu Championship Manager yang juga dalam perjalannya berganti menjadi Football Manager adalah game simulasi sepakbola yang palik populer. Ketika mulai bermain FM saya jadi belajar bahwa sepakbola bukan hanya tentang permainan kolektif sebelas orang diatas lapangan maupun instruksi dan strategi pelatih dalam permainan, tetapi ada juga hal hal yang tak dapat dijangkau yang justru menjadi faktor penting dalam keberlangsungan sebuah klub sepakbola, diantaranya aspek finansial, transfer pemain, pembinaan pemain, infrastruktur klub, fans hingga scouting pemain.

FM membuat saya belajar dan sedikit memahami, kenapa Arsenal yang secara kasat mata punya kondisi finansial yang sehat tetap membatasi transfernya. Selain aturan financial fair play bagi klub eropa, pentingnya mengatur kas klub akan sangat berpengaruh terhadap klub di masa depan. Gaya Arsene Wenger yang sering membeli pemain muda sebagai investasi masa depan juga saya tiru saat bermain FM. 

Biasanya saya akan menjual beberapa pemain penting dan mahal untuk menambah dana transfer dan membeli pemain muda yang berpotensi meledak di masa depan. Lucas Romero, Gaston Gil Romero dan Gabriel Barbosa adalah pemain yang hampir selalu saya beli, kecuali Gabriel yang punya klausul transfer tinggi, Lucas dan Gaston bisa dibeli dengan harga yang relatif murah. Tentunya 3 pemain ini punya harga jual yang sangat tinggi setelah beberapa tahun. Lucas pernah saya jual hampir seharga 40 juta dan Gaston 35 juta, sementara Gabriel sudah tentu berlian yang harganya bisa mencapai 50-60 juta.
Berapa modal awal saya? Biasanya 30an juta saja. Dengan membeli pemain muda setelah beberapa tahun saya bisa mendapat keuntungan 150-200 juta. Nah, ini baru gambaran soal transfer, belum lagi mengatur kas klub, menyebar scout ke beberapa negara dan regional hingga mengatur menu dan porsi latihan.

Yang lebih teknis pada permainan, seorang manager dalam FM juga harus mampu menjaga kondisi pemainnya agar selalu fit dan jauh dari cedra, memainkan pemain dengan kondisi fisik tidak bagus sangat rentan mendapat cedra loh. Lalu mengatur strategy, mempersiapkan taktik saat menghadapi lawan yang punya taktik dan gaya main berbeda. Misal saat bermain di liga domestik kita cenderung tau taktik dan kebiasaan lawan, Chelsea misalnya punya barisan lapangan tengah dan winger yang mumpuni, belum lagi barisan belakang yang kokoh. Akan berbeda halnya dengan Real Madrid, yang punya winger dan striker kelas dunia, meski punya keunggulan pada sisi yang sama tapi gaya bermain kedua tim ini berbeda.

Lalu hal istimewa lainnya dari FM adalah banyak wonderkid FM yang jadi pemain kelas dunia di dunia nyata, mau bukti? Lihat Timo Werner yang meledak bersama  RB Leipzig
setelah dibeli dari VfB Stuttgart. Memang gak semua wonderkid sukses di dunia nyata, Bojan Krkić yang 'cuma' bermain untuk Stoke City misalnya.

Banyak gamers yang nunggu nunggu edisi terbaru FM, dan saking ngefansnya sama FM temen saya juga sampai beli game ini, kenapa harus beli? bosen mungkin download yang bajakan terus.


Jadi, main game gak selamanya cuma 'main' doang, tapi bisa juga bikin kita makin kreatif. Sejujurnya saya juga udah lama gak main FM, selain karena momen ramadhan, keseringan pulang malem dan aktivitas dadakan di akhir pekan juga bikin males untuk mulai mainin lagi.

No comments:

Post a Comment