Bagaimana mungkin senja rela berpaling menuju malam, tanpa menitipkan syair syair kelu tentang perpisahan. Buatkan aku syair itu, yang saat jalanan meneriakkannya kau pun rela mematung, menunggu sama sama. Menikmati sastra yang berbalut bait, meski kau tak pernah mengakui. Aku tahu, ada prosa yang berulang kau baca, ungkapkan rindu yang belum mampu kau temukan kembaran rasa.
Popular Posts
-
sebagian impian terjadi dalam mimpi, sebagian lainnya terjadi dalam kenyataan. impian dan mimpi itu berbeda bukan?
-
ini cerita mejelang sidang... namanya mahasiswa tingkat akhir. maksudnya akhir riwayatnya di kampus pasti selalu diserang sama rasa males...
-
Di depan ada film Ayat Ayat Cinta 2 yang sejak satu setengah jam lalu membuat mata tak beranjak kemana mana, sementara jarum jam yang memai...
-
Beberapa tahun lalu, saat saya ingin meniatkan diri untuk menikah, yang kemunculannya lebih karena bayangan kesenangan semata. Berkenalan d...
-
copas dari milis tahajjud_call@yahoogroups.com Jessica Chandra adalah anggota baru di sanggar tari. Wanita mungil itu selalu terlihat lincah...
-
Bulan Ramadhan sudah berjalan hampir setengahnya, dan Ramadhan kali ini memang jauh berbeda dari Ramadhan sebelumnya. Beberapa hari di Rama...
-
Kadang kadang, membuncah rasa adalah kekejaman yang paling menyakitkan. Menderu deru menyusuri aliran darah, membayangi hari hari meski lel...

No comments:
Post a Comment