Bu...

Aku bertanya tentang hiruk pikuk kendaraan pagi ini, dan kau seperti biasa tersenyum tanpa ingin setiap tanya yang datang mengusik hening yang sengaja tercipta. Aku mencoba mengenalmu lagi, membiasakan getaran dari lantai yang kau jejaki, juga harum masakan yang kau hidangkan tiap pagi. Sambil berandai andai, seperti apa rasanya jika kita tidak pernah bertemu. Atau, seperti apa jika aku bukan lahir dari rahim mu. 

Sejak sebulan lalu Bu, kau selalu cemas menunggu kelahiran cucu ke 8 ini, akan seperti apa dia, bagaimana masa depannya, dimana nanti dia akan berjuang dan menikmati fragmen hidupnya. Hari ini Bu, kau tak lagi muram dan tak nampak kelelahan.



Bu...
Aku pulang, datang mengetuk pintu rumah untuk tertidur dalam dekap yang dulu kau beri tanpa kuminta. Aku pulang Bu, untuk kau suruh berlari ke warung seperti dulu, saat aku sedang asyik bercengkrama dengan TV dan tumpukan buku yang aku hayati.

No comments:

Post a Comment