dawai takdir.

kalau bukan karena hujan, mungkin separuh dari dunia adalah cerita tentang kekeringan.
tentang gersang yang memanaskan hidup. kita, bukan sedang bermain dalam dongeng atau sandiwara.
kita nyata dengan segala rintik dan tetesannya. hujan yang mengusik gersang kemarin, ia datang lagi didepanmu. 

lalu kenapa dawai yang dimainkan sejak tadi tak pernah mau mengusik wajah?
ia bukan tak ingin, ia bergetar tapi diam. ia ingin, engkau memetiknya dengan riang. seperti hujan pada angin yang tulus berputar. menusuk dan berpaling dari gersang.
aku mencintai bersama gersang dan hujan. aku dawai yang dimainkan takdir.

No comments:

Post a Comment