23.31 WIB


kurang dari 1 tahun, malah mungkin cuma 6 bulan.

hari ini saya pulang, menjalani siklus baru yang membiasakan pulang satu minggu sekali. semuanya baik baik saja, dunia luar yang dibentengi tembok tembok putih ternyata belum berubah. tetap ada hamparan sawah yang sama, ilalang yang tetap tak bisa melompat meski hari ini angin lebih kencang dari biasanya, harusnya mereka bisa lebih bersahabat.

si gadis berambut ikal itu cuma tersenyum ketika saya menyapa, ia lalu berlari masuk ke dunianya yang kini tanpa saya sadari mulai membesarkannya, membuatnya belajar lebih banyak, memahami untuk apa ia diciptakan ke dunia ini. cuma gadis ikal itu yang sukses saya temui, tiga sosok lainnya hari ini kurang beruntung untuk mendengarkan kisah kisah baru yang saya dapatkan. kisah dua orang yang malam itu membuat saya banyak tertawa. dan membuat kita semua merasa semakin tua, semakin dekat dengan mimpi mimpi yang harusnya mulai terlihat tangga menuju kesana.

kami melaju cepat, setidaknya lebih cepat dari semut ketika riangnya air menyambut kami di tempat itu, setelah memacu langkah yang kelelahan, tubuh yang kepayahan, kami tiba disini di depan ratusan ribu liter air yang melompat tanpa takut. tidak ada satu pun keraguan pada Allah, atas segala keindahan ciptaan-NYA, atas alam yang luar biasa, atas langit yang menopang dunia, gunung yang menjaga keseimbangan dan lautan yang dengannya Allah memberikan banyak jalan kehidupan.

banyak orang yang mewakili kami mendaki rinjani, menyelami lautan hindia, terbang di langit nusantara, dan setiap kali itu terjadi saya cuma bilang "berikutnya giliran kami...". berikutnya dan berikutnya...

23.31 WIB


No comments:

Post a Comment