[bukan] Laskar Pelangi

Laskar Pelangi, siapa yang tidak tau novel dan filmnya?


Dulu waktu temen sekelas saya di XI IPS I baca salah satu dari trilogi -yang belakang menjadi tetralogi- saya cuma bilang "ohhhh, novel" jujur saya tak begitu tertarik, saat itu ada banyak hal yang membuat saya tidak dekat dengan kisah anak anak dari gantong-belitong itu, misalnya karena saat itu saya lebih suka karya karya kang Abik.

tapi kemudian,
kisah laskar pelangi itu membuat saya ingat masa masa SD dulu, kisah menuntut ilmu di Madrasah Ibtidaiyah yang saya jalani dengan sedikit "ngawur". siswa di kelas saya juga persis seperti kisahnya Ikal yang jumlahnya luar biasa sedikit jika dibandingkan dengan sekolah lain, bedanya dengan Ikal waktu itu saya masih punya banyak kaka kelas.
jumlah siswa di kelas saya...
ah biar saya absen dulu;

saya, riki, mukhlis, mu'min, wandra, wawan, rizal-belum setahun terus pindah sekolah-, ifah, teti -kalo gak salah ini namanya, dia juga pindah-, di kelas 3 atau 4 ada murid pindahan meski kemudian pindah lagi, namanya maryanah.

setiap kenaikkan kelas mesti ada siswa yang tampil di atas panggung, seingat saya (mungkin saya lupa) ketika pertama kali tampil di depan umum adalah saat saya membacakan puitisasi terjemahan salah satu ayat al-Qu'ran bareng Riki.

MI tempat saya belajar sangat sederhana, tembok tembok yang retak, kelas yang disekat agar terbagi dua, juga tempat jajan yang seadanya dan sederhana. Tapi dibalik kesederhanaan itu ada sebuah perpustakaan yang merangkap ruang kepala sekolah, meski buku bukunya tak sebanyak di perpustakaan SMP atau SMA jangan ragukan ilmu yang ada di dalamnya. Dari buku budidaya jamur, irigasi pertanian, konsep lingkungan sehat, sampai cerita detektif dan sejarah semuanya ada. salah satu buku favorit saya adalah 'para penakluk dunia', isinya kisah tentang kegigihan orang orang yang memperjuangkan visi dan prinsip hidupnya dalam sosok tokoh tokoh sejarah semisal Gajah Mada, Hannibal, Ferdinand de Lessep, Cyrus, hingga Jengis Khan. buat saya kisah
mereka begitu luar biasa.





momen belajar yang sangat menarik pernah terjadi di kelas 4 sewaktu ada hafalan hadits dan surah-surah pendek. imbalannya coklat buat yang hafal duluan, kadang sering dulu duluan maju kedepan kalo pas surah yang di hafal familiar, meski kadang khawatir hafalan ilang di tengah jalan pas giliran dapet surah yang agak panjang dan baru dihafal. jujur saja semenjak SMP banyak hafalan yang mungkin terlupakan.

waktu istirahat yang dihabiskan untuk bercerita, bertualang di kebun orang, main bola hingga tepok kartu dan main kelereng. biarkan berlalu tapi jangan terlupa, hingga akhirnya suatu hari nanti berkumpul menjadi potongan puzzle yang melengkapi pecahan pecahan cermin ingatan.

Dan setiap insan pasti punya kisahnya masing masing, lengkap dengan segala bumbu di jalanan yang ia lalui. tangisnya, senyumnya, hingga kalut dan ketakutan yang hinggap di setiap momen kehidupan. beberapa tahun saya jarang bertemu teman teman SD dulu, meski jarak tak seberapa jauh namun aktivitas dan ego yang kadang membuat enggan untuk sekedar bersilaturrahim.

tak perlu muluk, sebagai seorang teman ingin rasanya membuat mereka bangga.
dan suatu hari biar rasa bangga itu menjadi milik saya dan mereka.
seperti Ikal yang sudah sampai di Paris, saya mungkin tidak sampai kesana tapi saya ingin ke tempat yang lebih luar biasa dari Paris...

bantu do'a dan senyuman agar ni'mat Allah ini selalu saya syukuri.
semoga Allah selalu memberikan keberkahan pada sekolah kecil dan teman teman masa kecil itu...
Aamiin.


No comments:

Post a Comment