koreksi

waktu itu saya dalam perjalanan pulang dari kampus.

saya duduk di angkot sambil memperhatikan jalan yang sejak tadi dilalui, tiba tiba seorang ibu bersiap turun di sebuah gang, orang biasa menyebutnya gang 'mangga', mangganya dimana ya?. sewaktu ibu itu turun, seorang lelaki tua menghampirinya mungkin bermaksud membantunya membawakan barang bawaan sang ibu, namun sang ibu menolak. lelaki tua itu hanya tersenyum sambil kembali untuk duduk, tiba tiba seorang lelaki yang duduk di sebelah supir angkot melemparkan uang Rp 1000 ke arah lelaki tua tadi sambil berkata "ni pak!, ambil".

miris, pemandangan sepert itu benar benar tidak mengenakan. sebenernya saya ingin teriak "Pak! gak bisa sopan dikit ngasih duitnya?". tapi hanya teriak dalam hati, akhlaqmu itu disimpan dimana?

tapi kemudian saya berpikir, jangan jangan saya pun sering berlaku begitu pada orang yang lebih tua, entah itu penjual makanan di pinggir jalan, sopir angkot, atau yang lainnya. saya jadi teringat sebuah hadits


“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)”
[HR. Tirmidzi]

sudah pasti saya ini penuh dengan kekurangan, mungkin juga hanya punya sedikit amalan, jadi bagaimana mungkin saya pantas untuk mengoreksi orang lain?
semoga Allah mengampuni segala kekhilafan, Aamiin.

“Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya”
[HR. Tirmidzi]

Wallahu 'Alam




No comments:

Post a Comment