berlalulah

dan akhirnya 2011 berlalu juga.
kenangan dan kisah kisah yang menggelitik bercampur dengan emosi dalam fantasi kehidupan itu benar benar sudah berlalu.

2011 adalah tentang impian yang masih malu malu mengetuk pintu semangat,
harapan yang dikalahkan 'keterbatasan' dan rasa malas, ya Rabb bantu semangat itu melangkah.
keindahan yang tertunda itu membuatnya lebih indah, jika dia datang tepat disaat kita menginginkannya, lalu dimana yang namanya kejutan? kejutan yang indah...



kisah baru, suasana baru, teman baru...

kisah tentang dlawaks dengan guyonannya yang selalu renyah meski kita hanya bertemu 2 kali dalam setahun. sobat, obrolan kita harus 'sudah' berubah bukan?.
tentunya jangan lupakan IBF yang menyadarkan saya akan emosi yang masih labil jika lelah mulai tiba.

tenang manusia manusia di batik polos yang aneh dan mengagumkan, selalu optimis meski keraguan itu terkadang menggelinding perlahan dalam hati paling dalam, mungkin 'polos' itu yang membuat sense-nya agak berbeda ya?.

ada juga 'debat' via sms dengan pak dosen yang tak mengakui absensi dan tentang OCR bermasalah hingga harus rela remedial di panasnya cuaca ramadhan.
juga tentang perjalanan singkat mengurus beasiswa, kisah yang saya jalani sendirian itu selalu mengundang senyum saat mengingatnya.

cerita lainnya ketika menjadi pendamping di orphan camp 2011 yang penuh kesan, semoga motivasi dari Sahrul Gunawan, Ade Rai dan narasumber lainnya menjadi penyemangat untuk kalian adik adik, cita cita itu lahir bukan hanya untuk menggantung saja, tapi raihlah!
kesan itu muncul bukan hanya karena acaranya yang penuh kesabaran dan senyuman tapi juga tempat itu, yang menjadi saksi drama 3 tahun lalu, sebuah kebersamaan Rohis dan Ilma dalam Prisma yang penuh 'kesan', ya Allah nostalgia yang indah dalam suasana berbeda memang luar biasa.

juga tentang langkah awal dengan ISY yang ingin saya jalani dengan serius, meski terkadang ummi bertanya "mau kemana lagi?", yang belakangan saya mengerti itu adalah do'a pada si bungsu ini agar saya tidak lupa kewajiban sebagai seorang anak, cucian numpukkk paling gak cuci bajumu sendiri nak...

juga tentang kisah ini,
22 desember...

saya tak begitu memperhatikan hari itu hari ibu (kata orang ya begitu), sampai materi ustadz yusuf mansyur membahas tentang ibu, ditambah iklan dari salah satu parpol yang mengusung hari ibu.

dan sesaat kemudian saya beristighfar ketika tau hari itu hari ibu, bukan karena mengingat hari ibunya melainkan karena tilawah ba'da subuh tadi, surah Al Ahqaaf ayat 15 yang saya baca tanpa 'kesadaran' akan hari ibu...


"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik
kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah,
dan melahirkannya dengan susah payah (pula).
Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan,
sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:
“Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai;
berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.



ya Allah, apakah ini sebuah teguran untuk hamba?

duhh ayah bunda, esok hari masihkah kudengar do'a dalam tangisan itu?
***

dan berlalulah
biar langkah ini temukan garis akhirnya

No comments:

Post a Comment