Alhamdulillah

ujian praktek pemrogaman visual sudah berlalu beberapa hari, sekarang tentunya saya dan teman teman yang lain harus bersiap dengan ujian teori yang sudah menunggu. soal soal UAS Interaksi Manusia dan Komputer, Teknik Pemrogaman, dan Sistem Operasi mulai terbayang bayang. dibalik itu semua ada rasa syukur Statistika Deskriptif dan Sistem Informasi Manajemen gak ada UASnya.

seperti biasa, kalau sendiri di rumah cuma ada tumpukan buku yang kadang ogah ogahan buat dibaca, acara TV yang monoton dan hape yang emang jarang berdering, lagi lagi kisah kisah klasik muncul begitu aja. Dan saya teringat Adam, seorang teman yang usianya sama dengan saya di Bukit Asri. Lulus dari SMP UQ terus pesantren tahfidz di depok atau jakarta, saya agak lupa. di bulan ramadhan 2 tahun lalu saya bertemu, masih dengan wajahnya yang dulu kadang berlalu dengan sepedanya di sore menjelang senja.

sudah 2 tahun termasuk tahun itu, imam tarawih sengaja di datangkan dari luar komplek demi mendapatkan imam yang hafal 30 juz, jadi selama 1 bulan insyaAllah bisa khatam al-Qur'an lewat shalat tarawih. di sela persiapan shalat tarawih saya ngobrol dengan Adam, sekedar basa basi dan ingin tau juga apa kesibukannya sekarang. luar biasa, tak sampai 5 menit Adam sudah membuat saya takjub, sekarang dia menjadi guru matematika untuk para santri junior di pondoknya, selain itu Alhamdulillah dia sudah hafal 30 Juz,
"tinggal jaga hafalan aja" begitu katanya. subhanallah...
sungguh luar biasa, ketika saya tanya,
"rencananya mau kuliah dimana nih? LIPIA, atau Al-Azhar?".
jawabnya, "InsyaAllah kalau dari pondok mengijinkan pengen ke Madinah".
Allahu Akbar...



pulang tarawih saya mulai berpikir, posisi saya saat ini dimana ya? serasa tertampar ketika ingat hafalan masih biasa, saum sunnah juga biasa, shalat dhuha dan tahajjud juga biasa. semuanya menjadi serba biasa ketika bertemu dengan orang yang begitu luar biasa...

semua terasa kecil ketika di hadapan kita ada dunia yang amat besar, kisah hidup manusia manusia pilihan yang luar biasa, proses dalam hidup yang beragam. mungkin inilah anatomi kecil kehidupan yang sudah Allah gariskan dalam takdir hamba-NYA, punya amalan yang biasa pun tak apa asal istiqomah, dan terus mencoba untuk di tingkatkan. manusia ibarat seseorang yang memanjat tebing tinggi, tiap garis tebingnya ada sensasi dan rintangan berbeda, kisah berbeda, imajinasi berbeda, itulah proses yang memang indah. lalui saja semuanya dengan hal 'biasa' yang kita punya, bukankah sesuatu yang terbaik dalam hidup ini adalah 'sesuatu' yang kita miliki dengan kemampuan terbaik kita?. jadi jika semua yang saya miliki ini terasa masih kurang, mungkin usaha yang saya lakukan memang bukan usaha terbaik saya, atau jangan jangan saya memang seringkali lupa bersyukur atas semua hal yang saya miliki?.

proses itu kan yang membuat kita lebih banyak bersyukur?



Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
(QS Ibrahim [14]: 7)

merenunglah tapi jangan termenung


No comments:

Post a Comment