intermezo

ada beberapa diskusi dadakan yang akhir akhir ini terjadi, lewat diskusi itu gue sadar betul banyak hal yang dulu begitu mudah sekarang berubah drastis. jebakan jebakan kecil yang dulu dibuat demi mengambil pelajaran kecil untuk sebuah perubahan yang besar hari ini malah sedikit banget yang ngerti.

entahlah, sisi kedewasaan itu sekarang ini ada dimana, gue sendiri belakangan ini berusaha keras menghilangkan ego yang dulu mirip orangtua, hampir semua perkataannya kudu di ikutin.

ego itu yang membuat gue menjauh sejauh jauhnya karena rasa malu yang luar biasa, rasa kecewa pada perubahan yang cepat, zaman yang menggilas hampir tak menyisakan celah buat menghindari arus perubahan. mirip ketidaksiapan pemain bola untuk gantung sepatu.

sampai mati gue gak bakal pernah nyesel punya temen deket dan kakak kelas yang luar biasa, yang gue sesali cuma "kenapa gak dari dulu" terjerumus ke labirin ini. labirin yang temboknya adalah cerita dan perjuangan, lantainya cita cita dan impian. labirin yang membuat ribuan insan berjodoh dalam puzzle takdir yang indah.



gue sadar betul banyak hal yang membentuk anak bandel ini jadi pribadi yang arogan.
tapi entahlah, kapan dan dimana proses pembentukkan itu terjadi semakin gue berpikir semakin banyak hal yang harus dibenerin, dan itu gak mudah.

nampak lebih arif kalo sekarang ini gue benerin dulu ip yang turun drastis, mundur sejenak dari kesibukan yang kadang ogah ogahan gue ikutin. setengah hati mencari keikhlasan. mungkin telat buat ngambil keputusan, tapi inilah adanya.

jujur gue mulai gak bersemangat sejak henry pindah ke barcelona, benzema lebih milih madrid dibanding arsenal, dan yang terbaru samir nasri ikutan hijrah. gak nyambung yah? namanya juga intermezo dikit.


setiap hari adalah masalah baru dan pemecahan masalah baru, hidup dimulai dengan sebuah tangisan dan akan berakhir dengan sebuah tangisan juga. hanya orang orang yang sadar fungsi hidupnya yang bisa survive di tempat mereka berpijak. fungsi hidup ini yang kadang lama banget di temuin. jangankan ketemu, rute angkot dan berapa ongkos yang harus disiapin aja kadang gak tau. jadi gimana fungsi itu bisa ditemuin.



salut buat orang orang yang udah bisa nemuin fungsi hidupnya.
menurut gue ciri orang yang udah ketemu sama fungsi hidupnya ada banyak;
pribadi yang supel tapi berkarakter, hidup yang mengalir tapi tidak mengikuti arus, tubuh yang biasa tapi berwibawa, penampilan apa adanya tapi berkharisma.

terus dimana sekarang fungsi yang gue cari cari itu?
tiap detik dia nunggu didepan mata untuk disapa dan diakui. tapi gue sering lupa bahkan sekedar untuk melirik. fungsi hidup ini adalah beribadah, dan lebih utama lagi menjadi khalifah di muka bumi.


Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
QS. Al Baqarah (2): 30


Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

QS. Adz-Dzariyat (51) : 55

Ibadah adalah sebuah kata yang terkesan berat untuk dijalankan. itulah fungsi yang sering dilupain. fungsi hamba kepada Tuhannya. lalu fungsi khalifah diantaranya adalah merawat bumi, bukan lantas menghancurkan. minimal jadi pemimpin untuk diri kita sendiri. merawat diri dalam artian menjaga dari hal hal yang bisa merusak diri.

Apakah kau (manusia) menyangka bahwa Aku ciptakan kamu dengan main-main dan (kau kira) kamu tidak akan dikembalikan kepada KU?”

QS. Al-Mukminun (23) : 115
........................................................................................................
......................................................................................
......................................................................


jadi, selamat menemukan fungsi. kalo udah ketemu
jangan lupa titip salam dari gue.







No comments:

Post a Comment