Inspirasi dari 5 jagoan #part 2

pria berkacamata dengan jaket coklat dan celana jeans hitam melirik ketika aku bersiap memasuki sebuah ruangan.
mengambil amplop kecil pengumuman.
saat itu tulisan cetak tebal tertulis "diterima".

pria itu, salah satu jagoan pada masanya. jagoan yang pertama kulihat.
si anak serang yang aku pikir alumni karena penampilannya yang waktu itu terlihat sedikit 'senior'. satu gugus ketika mos, dan akhirnya satu kelas di X-7. sebuah kelas aneh tapi nyaman. tempat berdebat dan bercanda.
bertemu dengan alumni dari berbagai sekolah menengah pertama di bogor.

dengan pria itu, sebuah tragedi kecil pernah terjadi ketika kesalahpahaman membuat persahabatan ini sedikit tercoreng, di lapangan futsal. saat mulut ini salah berkata dan si anak serang lantas berlalu dengan kesal. waktu itu kupikir akan kehilangan seorang sahabat lagi gara gara lidah yang memang salah.
dan bersyukurlah semuanya membaik ketika dalam lingkaran curhat anak satu kelas saling menumpahkan unek uneknya, semua membaik meskipun agak alot.


petualangan bermula ketika ajakannya ke serang dengan karimun hitam aku layani. ba'da isya, mesin menderu gagah membahana diiringi radio kesukaan 102.2 FM. aku memang lupa lagu yang diputar kala itu, tapi sepotong puzzle cerita sudah terekam kuat dalam memori.
memori yang tak pernah kadaluarsa.

kala itu tangannya belum semahir sekarang, memainkan kemudi.
pria berkumis pernah mencibir "belum jago" ketika parkir di pinggir restoran cepat saji, dan si anak serang berlalu kesal "kalo gue jago udah jadi pembalap!".

perjalanan berikutnya masih ke tempat yang sama, terkekeh ketika sepeda motor hitam tak sadar bawaannya jatuh. buah berduri beraroma khas, durian memang runtuh waktu itu.

dan...
waktu berkejaran, menggelindingkan roda zaman.
menggilas enam pemuda tanggung dalam vw combi pasca ujian akhir nasional, memunculkan tokoh ketujuh, si jangkung yang bukan figuran. menjadi saksi di pantai ketika jari si anak padang berbalut perban. meringis pelan saat air garam menggoda, air garam yang memakan korban, sebuah ponsel mantan ketua osis.

air dan pasirnya menjadi awal sebuah istilah yang kami suka
"temulawaks"
bertemu dalam canda dan lawak tingkat tinggi.


anak serang yang enggan melepas kacamatanya itu beranjak dari bogor ke yogyakarta. mengusik fakultas hukum tanpa keraguan. memulai sebuah cerita baru disana.
meski berjauhan, dia tetap sama.
masih anak serang yang menyenangkan, tersenyum renyah ketika progo yang berjalan monoton tiba di lempuyangan.
masih anak serang yang keras kepala, kadang malas beranjak keluar dari zona nyamannya, tapi seorang yang luas akal dan pengetahuan.
dan yang aku tak akan pernah lupa, dia salah seorang dari penggagas budi utomo. barisan coklat praja muda karana yang membanggakan walet 13.

meski jangan kalian lupa, guyonan si anak pesantren yang hafalannya sedikit hilang ketika duduk sebangku dengannya :D
itulah dia, jagoan pada masanya yang pertama ku kenal.
si anak serang.

cerita itu masih berlanjut, sampai akhir januari menyoret sepenggal kisah, sebuah sensasi tersendiri.



dan kami berpisah sementara...
untuk sebuah sensasi yang lebih gila

No comments:

Post a Comment